Belajar dari Rarang Selatan, Pemprov NTT Dalami Praktik Digitalisasi Tata Kelola Desa

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur

SID memberikan ruang bagi masyarakat untuk berpartisipasi lebih aktif dalam pembangunan desa. Melalui ketersediaan informasi mengenai perencanaan, kegiatan pembangunan, aset, dan anggaran desa, masyarakat memiliki kesempatan lebih besar untuk mengetahui, mengawasi, serta memberikan masukan terhadap penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di wilayahnya.

Delegasi Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama Program SKALA melaksanakan kunjungan lapangan ke Desa Rarang Selatan, Kecamatan Terara, Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Kamis, 10 September 2026. Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian studi tiru pengembangan Sistem Informasi Desa (SID) untuk mempelajari secara langsung praktik transformasi digital pemerintahan desa yang telah diterapkan dan dimanfaatkan dalam penyelenggaraan pemerintahan serta pelayanan kepada masyarakat.

Kedatangan delegasi disambut oleh Kepala Desa Rarang Selatan, Herman Jayadi, S.Pd., Camat Terara, Lalu Haryadi, S.Pi., M.Si., beserta jajaran aparat desa, Bhabinkamtibmas dan Babinsa. Kegiatan diawali dengan pengantar dari Lead SKALA NTB, Anja Kusuma, yang menjelaskan maksud dan tujuan kunjungan. Dalam sambutannya, Kepala Desa Rarang Selatan menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Pemerintah Provinsi NTT yang memilih desanya sebagai lokasi pembelajaran dan berharap pengalaman yang dibagikan dapat memberikan manfaat bagi pengembangan SID di NTT. Sebagai bentuk persahabatan dan penghormatan antardaerah, kegiatan juga diisi dengan pertukaran cendera mata berupa selendang tenun antara Pemerintah Desa Rarang Selatan dan delegasi Pemerintah Provinsi NTT.

Camat Terara dalam sambutannya menjelaskan bahwa Desa Rarang Selatan merupakan salah satu desa yang aktif melakukan transformasi tata kelola pemerintahan dari sistem konvensional menuju tata kelola berbasis digital. Pengalaman dan capaian tersebut menjadikan Rarang Selatan sebagai desa percontohan yang dikunjungi berbagai desa, termasuk dari luar Provinsi NTB, untuk mempelajari penerapan teknologi informasi dalam meningkatkan kualitas pemerintahan dan pelayanan masyarakat.

Pada sesi utama, Kepala Seksi Pemerintahan Desa Rarang Selatan, Muhammad, S.Pd., memaparkan perjalanan pengembangan Sistem Informasi Desa yang kini memanfaatkan aplikasi OpenSID. Menariknya, inisiatif digitalisasi ini telah dimulai sejak Mei 2016, ketika Desa Rarang Selatan masih berstatus sebagai desa tertinggal dan menghadapi keterbatasan dalam pelayanan serta ketersediaan data. Pengembangan SID berawal dari pendampingan dan kolaborasi dengan District Coordinator KOMPAK Lombok Timur, Nanik Munthohiyah, yang memperkenalkan praktik pemanfaatan sistem informasi desa sebagai solusi untuk mempercepat pelayanan dan memperbaiki pengelolaan data pemerintahan desa.

Setelah mempelajari berbagai aplikasi sistem informasi desa yang tersedia, Pemerintah Desa Rarang Selatan memilih SID yang dikembangkan oleh COMBINE Resource Institution sebagai platform yang dinilai sesuai dengan kebutuhan desa, khususnya untuk pengelolaan data penduduk, pelayanan surat-menyurat, analisis kemiskinan, dan kebutuhan administrasi lainnya. Pengembangan kemudian diperkuat melalui Lokakarya Penyusunan Rencana Penguatan SID pada 3 Agustus 2016 yang difasilitasi KOMPAK dengan melibatkan pemerintah desa, kecamatan, perangkat daerah kabupaten, serta calon operator desa. Lokakarya tersebut menghasilkan kesepakatan tahapan pengembangan sekaligus pembagian peran dan tanggung jawab masing-masing pihak.

Penguatan kapasitas sumber daya manusia menjadi salah satu faktor penting keberhasilan pengembangan SID. KOMPAK selanjutnya memfasilitasi pelatihan dasar operator SID pada 20–23 September 2016 di Hotel Lombok Raya, yang melibatkan peserta dari Kabupaten Lombok Timur, Kabupaten Bima, dan Kabupaten Sumbawa. Setelah mengikuti pelatihan, operator desa mulai mengembangkan dan memperbarui data masing-masing. Pada 15 Oktober 2016, SID di Desa Rarang Selatan resmi digunakan untuk mempercepat pelayanan kepada masyarakat. Pengembangan selanjutnya dilakukan secara berkelanjutan melalui lokakarya evaluasi, pelatihan lanjutan operator, pelatihan jurnalistik dan publikasi informasi desa, serta pembentukan Forum SID Lombok Timur sebagai ruang berbagi pengalaman dan pembelajaran ant operator desa.

Praktik menarik lainnya adalah pengembangan pola pembelajaran berbasis zona yang melibatkan operator desa mitra KOMPAK sebagai fasilitator atau tutor bagi desa-desa di sekitarnya. Pendekatan ini mendorong proses transfer pengetahuan secara berkelanjutan dan memperkuat jejaring antardesa. Bahkan, pada November 2017, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa telah menunjukkan komitmen untuk mereplikasi pengembangan SID ke seluruh desa di Kabupaten Lombok Timur. Pengembangan SID juga mulai diintegrasikan dalam peningkatan kapasitas operator desa dan menjadi salah satu kriteria penilaian lomba desa.

Dalam pemaparannya, dijelaskan bahwa pemanfaatan OpenSID memberikan sejumlah manfaat strategis bagi pemerintahan desa. SID berfungsi sebagai bank data desa dan pusat data tervalidasi yang memungkinkan informasi kependudukan serta data pembangunan diperbarui secara berkelanjutan. Sistem ini juga meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelayanan, misalnya melalui penerbitan surat keterangan secara lebih cepat dengan memanfaatkan data penduduk yang telah tersimpan dalam sistem. Selain itu, ketersediaan data yang terstruktur membantu pemerintah desa mengidentifikasi kelompok sasaran program secara lebih akurat, meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pembangunan, serta membuka akses informasi yang lebih luas bagi masyarakat.

SID juga memberikan ruang bagi masyarakat untuk berpartisipasi lebih aktif dalam pembangunan desa. Melalui ketersediaan informasi mengenai perencanaan, kegiatan pembangunan, aset, dan anggaran desa, masyarakat memiliki kesempatan lebih besar untuk mengetahui, mengawasi, serta memberikan masukan terhadap penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di wilayahnya.

Untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam, delegasi Pemerintah Provinsi NTT juga berkesempatan mencoba secara langsung sejumlah fitur yang tersedia dalam aplikasi SID Desa Rarang Selatan. Sesi praktik ini memberikan gambaran konkret mengenai alur penggunaan sistem, pengelolaan data, serta pemanfaatan fitur-fitur pelayanan administrasi dan informasi desa dalam mendukung pekerjaan sehari-hari aparatur pemerintahan desa.

Kunjungan ini memberikan pembelajaran penting bahwa keberhasilan transformasi digital desa tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan aplikasi, tetapi juga oleh komitmen kepemimpinan, pembagian peran dan tanggung jawab yang jelas, pendampingan, peningkatan kapasitas operator, pembaruan data secara konsisten, serta kolaborasi antara pemerintah desa, kecamatan, kabupaten, pemerintah provinsi, perguruan tinggi, dan mitra pembangunan. Pengalaman Rarang Selatan yang dibangun secara bertahap sejak 2016 menjadi referensi berharga bagi Pemerintah Provinsi NTT dalam menyempurnakan rancangan Sistem Informasi Desa yang terintegrasi dengan Portal SASANDO sebagai platform Satu Data Provinsi NTT.

Melalui studi tiru ini, Pemerintah Provinsi NTT berharap dapat mengadaptasi praktik-praktik baik yang relevan untuk membangun ekosistem data dan layanan digital desa yang tidak hanya memperkuat tata kelola pemerintahan, tetapi juga meningkatkan kualitas pelayanan publik, transparansi, akuntabilitas, dan ketepatan perencanaan pembangunan. Kegiatan hari kedua ditutup dengan makan siang bersama antara delegasi Pemerintah Provinsi NTT, Pemerintah Desa Rarang Selatan, dan tim SKALA sebagai bagian dari penguatan hubungan dan kolaborasi antarpemangku kepentingan.

Bagikan Artikel Ini