Perkuat Transformasi Digital Desa, Pemprov NTT Studi Tiru Sistem Informasi Desa di NTB

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur

Pemerintah Provinsi NTT diharapkan memperoleh pembelajaran konkret mengenai tata kelola pengelolaan SID, pengembangan layanan digital, integrasi dan pemutakhiran data, penguatan kapasitas sumber daya manusia, serta strategi keberlanjutan sistem.

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui Dinas Komunikasi dan Informatika melaksanakan studi tiru pengembangan Sistem Informasi Desa (SID) di Desa Rarang Selatan, Kecamatan Terara, Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), pada 9–10 September 2026. Kegiatan ini difasilitasi oleh Program SKALA (Sinergi dan Kolaborasi untuk Akselerasi Layanan Dasar) sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola pemerintahan desa melalui pemanfaatan teknologi informasi dan integrasi data.

 

Delegasi Pemerintah Provinsi NTT terdiri atas Kepala Bidang Layanan E-Government beserta tenaga ahli IT Dinas Komunikasi dan Informatika, perwakilan BAPPERIDA, perwakilan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Lead SKALA NTT, tenaga ahli IT SKALA, serta fasilitator kegiatan. Rangkaian kegiatan hari pertama diawali dengan rapat koordinasi bersama Pemerintah Provinsi NTB yang diinisiasi oleh SKALA NTB dan dipimpin oleh Sekretaris BAPPERIDA Provinsi NTB, Ibu Baiq Yunita Puji Widiani, ST., M.Si., serta dihadiri oleh jajaran Diskominfotik dan DPMPD Dukcapil Provinsi NTB.

 

Dalam sambutannya, Sekretaris BAPPERIDA Provinsi NTB menyampaikan apresiasi atas kunjungan Pemerintah Provinsi NTT dan berharap kegiatan ini menjadi ruang pertukaran pengetahuan serta praktik baik antardaerah. Kolaborasi tersebut juga menjadi bagian dari semangat Kerja Sama Regional Bali, NTB, dan NTT (KR-BNN) dalam memperkuat sinergi pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di kawasan Bali–Nusra. Pada kesempatan yang sama, Kepala Bidang Layanan E-Government Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi NTT menyampaikan terima kasih atas penerimaan Pemerintah Provinsi NTB. Apresiasi khusus juga disampaikan atas solidaritas dan dukungan Pemerintah Provinsi NTB dalam penanganan pascagempa di wilayah Flores pada 15 Agustus 2026, ketika Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, S.IP., M.Si., menjadi kepala daerah pertama yang hadir di wilayah Manggarai dengan membawa bantuan logistik, tenaga medis, dan tenaga teknis bagi masyarakat terdampak.

 

Pada sesi pemaparan, Sekretaris BAPPERIDA Provinsi NTB menjelaskan praktik kolaborasi pemerintah daerah dengan perguruan tinggi dalam mendukung tata kelola pemerintahan desa, antara lain melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa dan kontribusi tenaga dosen dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Praktik ini menunjukkan pentingnya pelibatan berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat kapasitas dan pembangunan desa secara terpadu.

 

Selanjutnya, Kepala Bidang Layanan E-Government Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi NTT memaparkan arah pengembangan Sistem Informasi Desa Provinsi NTT sebagai ekosistem data dan layanan digital desa yang terintegrasi, berdaya, berdampak, dan berkelanjutan. Dalam paparannya disampaikan bahwa SID tidak sekadar menjadi aplikasi untuk digitalisasi profil dan pelayanan administrasi desa, tetapi dirancang sebagai platform pengelolaan data, integrasi informasi lintas sektor, pelayanan warga, transparansi pembangunan, serta instrumen pendukung pengambilan keputusan berbasis data.

 

Pemaparan juga mengidentifikasi sejumlah tantangan tata kelola data desa di NTT, antara lain data yang masih tersebar pada berbagai aplikasi dan dokumen, belum seragamnya standar variabel dan definisi operasional, mekanisme pemutakhiran dan validasi yang belum terintegrasi, serta keterbatasan kapasitas sumber daya manusia, infrastruktur teknologi informasi, kelembagaan pengelola, dan pembiayaan operasional. Oleh karena itu, pengembangan SID perlu diawali dengan penguatan pondasi data yang mencakup variabel minimum, metadata, sumber data, standar kualitas, mekanisme validasi, interoperabilitas, serta pengaturan hak akses dan peran pengguna.

 

Pengembangan SID Provinsi NTT sendiri telah melalui beberapa tahapan kolaboratif dengan dukungan SKALA NTT. Proses tersebut diawali melalui urun pendapat lintas perangkat daerah pada 21 Mei 2026, dilanjutkan dengan penajaman indikator dan variabel pada 11–12 Agustus 2026 yang melibatkan perangkat daerah, Universitas Nusa Cendana, organisasi masyarakat sipil, Forum Anak NTT, Bengkel APEK, CIS Timor, Lembaga PIKUL, Tim PKH Provinsi NTT, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya. Selanjutnya, pada 4 September 2026 dilaksanakan Workshop Prototype SID sebagai bagian dari proses perancangan awal sistem.

 

Dalam rancangan tersebut, SID akan dikembangkan sebagai bagian dari ekosistem tata kelola data daerah yang terhubung secara berjenjang dari desa, kabupaten/kota, provinsi hingga tingkat nasional. Integrasi dengan Portal SASANDO sebagai platform Satu Data Provinsi NTT menjadi salah satu arah strategis agar data desa dapat dimanfaatkan untuk mendukung perencanaan pembangunan, pengentasan kemiskinan, percepatan penurunan stunting, pemantauan program prioritas, serta pengambilan kebijakan berbasis data. SID juga diarahkan menjadi decision support system yang mengelola berbagai data strategis, termasuk kependudukan, sosial ekonomi, infrastruktur, potensi desa, keuangan desa, dan kebencanaan.

 

Pemilihan Desa Rarang Selatan sebagai lokasi studi tiru didasarkan pada pengalaman desa tersebut dalam mengembangkan sistem informasi yang telah dimanfaatkan dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan masyarakat. Dengan memanfaatkan dan mengembangkan OpenSID, Pemerintah Desa Rarang Selatan telah menyediakan berbagai informasi dan layanan, mulai dari profil desa, kelembagaan, statistik kependudukan, data pembangunan, bantuan sosial, realisasi APBDes, status SDGs Desa, hingga layanan mandiri warga. Sistem tersebut juga didukung aplikasi pajak bumi dan bangunan, aplikasi arsip desa, serta berbagai aplikasi pendukung lainnya.

 

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Provinsi NTT diharapkan memperoleh pembelajaran konkret mengenai tata kelola pengelolaan SID, pengembangan layanan digital, integrasi dan pemutakhiran data, penguatan kapasitas sumber daya manusia, serta strategi keberlanjutan sistem. Pengalaman Desa Rarang Selatan menjadi referensi penting dalam menyempurnakan rancangan dan prototype SID Provinsi NTT agar pengembangannya tidak hanya berorientasi pada pembangunan aplikasi, tetapi juga memperhatikan kebutuhan pengguna, kesiapan kelembagaan, kualitas data, dan keberlanjutan operasional.

 

Rangkaian kegiatan hari pertama ditutup dengan makan bersama dan pertukaran cendera mata antara perwakilan Pemerintah Provinsi NTT dan Pemerintah Provinsi NTB sebagai simbol persahabatan, kebersamaan, dan komitmen memperkuat kolaborasi antardaerah. Semangat saling belajar dan berbagi praktik baik ini diharapkan menjadi modal penting dalam mewujudkan transformasi digital pemerintahan desa yang semakin terintegrasi, inklusif, dan berkelanjutan di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Bagikan Artikel Ini